Green In Cina and AS…
Mei 27, 2008
Ketika saya membaca artikel dan melihat tayangan-tayangan di Internet maupun Televisi, sungguh sangat luar biasa dampak yang dikeluarkan oleh energi yang dihaslikan oleh Minyak Bumi yang kemudian diolah menjadi bahan bakar seperti Bensin, Solar ataupun Minyak Tanah. Batubara juga tidak ada bedanya, ‘ini adalah krisis alam’, kata seseorang peduli lingkungan yang berkewarganegaraan Amerika. Namun beliau lebih terkenal di Cina ketimbang negaranya sendiri, tanya kenapa?
Beliau adalah penemu konsep ‘Cradle to Cradle’, yang dalam bahasa Melayu nya disebut juga ’sesuatu yang kembali ke tanah dan terurai dengan sempurna’. Saya kaget, itu sama juga seperti manusia mati, lalu dikubur dan kembali ke tanah dan Jenazah ini terurai oleh tanah. Nah, klo seseorang yang selama hidupnya adalah orang yang beriman dana berakhlaq, maka Jenazah ini diterima sempurna oleh tanah, karena Bumi menerima Jenazah tsb dan begitu juga sebaliknya. Nah lagi, orang yang memang betul-betul mencintai lingkungan maka selama hidupnya hendaklah orang tersebut beriman dan berakhlaq, agar Jenazahnya diterima baik oleh Bumi, diterima sempurna oleh tanah. Kan nggak mau tuh dibilang ‘udah mati aja masih nyusahin, nge-rusak lagi’. Ha, so beriman dan berakhlaq lah kamu karena sesungguhnya Imanmu adalah kendaraan menuju Akhlaqmu.
Kembali ke Si Orang penemu cradle to cradle tadi, bahwa dia telah menemukan dan mengajarkan bagaimana seharusnya hidup Nebeng di Planet ini. Bisa saja beliau belajar dari teori kematian tadi, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita memahaminya. Beliau menciptakan sesuatu yang ramah lingkungan, sesuatu yang diolah dari energi ramah lingkungan, energi yang didapat dari ide-ide yang luar biasa. Contohnya, beliau membuat kursi dari serbuk kayu yang di press (layaknya bandeng presto), yang mana jika kursi ini tidak terpakai lagi atau dibuang, maka kursi ini tidak akan mencemari lingkungan seperti tanah dan udara. Dan jika beliau menemukan benda yang terbuat dari Aluminium, Besi atau Logam lainnya, beliau men-daur ulang benda tersebut menjadi sesuatu yang baru lagi dan lebih bernilai harganya yang mana teknologi olahan tersebut beliau rancang sendiri.
Teknik inilah yang ia bawa ke negara yang kata orang adalah The Uncle Li, saingan Uncle Sam. Kenapa begitu, karena beliau sama sekali tak dikenal dinegaranya sendiri dengan ide-idenya tersebut, bahkan beliau telah diusir dan dihina berkali-kali karena ingin mendemonstrasikan ide-ide yang beliau miliki karena dianggap hanya buang-buang waktu saja jika menyaksikannya. Di Amerika, subsidi untuk Minyak sangatlah besar, karena banyak perusahaan besar yang sangat bergantung pada energi ini, yang nantinya juga akan berpengaruh baik pada perekonomian Amerika sendiri. Orang belum berani beralih ke energi yang lebih baik, dalam hal ini ‘baik’ adalah dalam segi resiko dan efeknya. Orang beranggapan Minyak adalah segala-galanya, benda yang pernah dianggap sebagai ‘air kencing keledai’ ini adalah surga bagi segala industri. Sepertinya itu adanya benarnya juga, banyak hal yang bisa dihasilkan, dibuat, ditemukan, dan diciptakan oleh si kencing keledai ini bahkan sampai peperangan pun bisa ia timbulkan. Namun sekarang adalah saat-saat dimana kita menerima dampak buruk dari penggunaan Minyak yang berlebihan. Cina menganggap ini adalah krisis alam, sedangkan Amerika no comment, mungkin kita juga masih ingat ketika semua negara di dunia setuju dalam perundingan Kyoto, Amerika dan sekutunya Australia-lah yang tidak setuju. Apa yang ada dibenak mereka? Presiden AS pernah mengatakan bahwa Al Gore adalah orang gila tentang teori-teorinya mengenai Global Warming, bisa saja itu senjata ampuh mengingat mereka pernah bertarung pada pemilihan Presiden namun ide orang gila tersebut pelan-pelan mulai menjadi kenyataan. Namun Republik Indonesia ini telah dapat mempersatukan negara-negara Dunia untuk Konferensi lagi pada Bulan September 2007 lalu, dan ada sedikit kesadaran yang mulai timbul dari Amerika dan Australia tersebut, Konferensi ini adalah lanjutan dari Protokol Kyoto yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Ada beberapa alternatif lain yang dapat digunakan untuk mengganti pernanan Minyak Bumi, seperti energi Surya dan Angin. Seseorang yang lagi-lagi dari Amerika telah memulai ide gilanya dengan bertani angin sejak tahun 70-an. Beliau membangun beberapa kincir angin sebagai energi alternatif dan hingga saat ini telah banyak kincir angin yang beliau ternak. Beliau memang dikenal sebagai petani angin, beliau telah meramalkan krisis alam ini sejak dari dulu dan sangat sulit untuk mengembangkannya karena tidak ada subsidi dari Negara untuk ide ini. Beliau dianggap gila lalu pemerintah setempat ingin menghentikan ide ini dengan memunculkan isu-isu yang menjatuhkan. Dimulai dari isu bahwa ‘kipas angin raksasa’ beliau merusak habitat burung-burung yang ada disekitar sampai mengganggu sinyal telekomunikasi yang ada. Beliau menyelidiki sendiri, memang ada benarnya jika kincir angin tersebut dapat merusak habitat burun-burung yang ada, namun beliau mengatakan bahwa itu hanyalah burung-burung yang ada pada saat musim berpindah (migrasi) dimulai lalu burung-burung itu mencari habitat lain dan melangsungkan kehidupan secara normal. Gerah dengan isu tersebut, beliau kembali menggila dengan membangun kincir angin lepas pantai, kali ini tidak ada isu yang menggerahkan beliau. Hingga saat ini, beliau hanya disubsidi oleh Negara sesekali tanpa perpanjangan, artinya sulit untuk mengembangkan ide ini, padahal beliau menghitung energi yang didapat bisa untuk menerangi seper-empat Amerika atau tiga kali luas Negara Belanda bahkan lebih.
Ada lagi yang menemukan ide Tenaga Surya, dengan membuat panel sebagai penangkap energi matahari lalu energi yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bakar yang dapat digunakan pada kendaraan bermotor dan pabrik. Honda dan Toyota telah mengembangkan riset ini jauh sebelum krisis alam menjadi heboh. Dan hal itu terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh Al-Gore bahwa kendaraan bermotor buatan Jepang memiliki Emisi buang yang ramah lingkungan, kendaraan buatan Eropa ada diperingkat berikutnya dan kendaraan buatan Amerika ada jauh dibawahnya. Teknologi yang heboh pada kendaraan dimulai ketika Honda dan Toyota memperkenalkan kendaraan berbahan bakar Hidrogen+Oksigen dan memiliki Emisi buang Air. Sungguh sangat ramah lingkungan. Orang Amerika pertama yang memakai adalah sebuah keluarga yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, memngingat harga kendaraan ini (mobil) masih sangat mahal, banyak orang yang pesimis akan eksistensi mobil ini kedepannya. Namun keluarga kecil ini tetap bertahan sehingga mereka dinobatkan sebagai keluarga peduli lingkungan oleh perusahaan kendaraan bermotor Honda.
Banyak ide yang bisa di-explore dari alam ini, guna membiasakan diri untuk ramah dengan lingkungan. Di Indonesia sendiri telah ada yang menemukan teknologi BlueEnergy, yaitu pemanfaatan air laut sebagai alternatif bahan bakar. Yang mana penemunya sempat dikabarkan diculik dan menghilang. Agar dapat sedikit mengurangi krisi alam ini, maka hendaklah kita dapat memakai bahan bakar yang ramah lingkungan, memakai seperlunya, karena kenaikan BBM juga dapat dijadikan sebagai alasan dalam peng-efisiensi-an. Menanam pohon, semboyankan Go Green dan lain-lain. Kita juga lah yang akan bertanggug-jawab atas kelangsungan generasi berikut, dan memang sepantasnyalah kita mebalas budi kepada alam ini, bumi ini.
Cina, Amerika atau negara lainnya telah banyak memulai, bahkan Eropa lebih dikenal maju selagkah dari yang lain soal penggunaan energi ramah lingkungan. Amerika harus meng-Impor kincir anginnya dari Denmark, Inggris telah memasuki pasar saham untuk Panel Surya nya, Jepang telah membuat kendaraan yang luar biasa. Cina sendiri telah berbuat banyak dengan bangunan-bangunan ramah lingkungannya, dengan penggunaan batu-bata yang hanya dipress dengan teknologi khusus tanpa harus memakai energi besar untuk membakar batu-bata tersebut yang biasanya menggunakan energi batu bara. Nah kapan kita bisa melakukan hal yang gila ini, mengingat Nusantara ini memilki potensi alam yang luar biasa, yang juga rentan terhadap terjadinya krisis alam yang bisa jika terjadi bisa menenggelamkan pulau-pulau kecil kita, kekeringan berkepanjangan, banjir yang tak menentu dan bencana alam lainnya yang siap mengancam.
Sedikit aksi akan manghasilkan banyak reaksi, jika kita melakukan bersama-sama dan secara konsisten. Sudah saatnya kita kembali memikirkan segala sesuatunya untuk alam ini, dampak yang akan ditimbulkan, manfaat yang akan dipetik dan ini bukan main-main. Es abadi dimana-mana mulai mencair, beberapa spesies tumbuhan dan hewan yang punah serta pulau-pulau kecil terancam hilang. Mudah-mudahan bersama pemerintah dan seisi jagad raya ini, kita dapat menjaga planet kecil ini yang telah memberikan kita kehidupan yang besar. Jadilah orang-orang yang nantinya akan diterima oleh Bumi. Maaf bila sok tau, terimakasi atas pujiannya n post your comment….
Entry Filed under: Go Green. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed